Oleh : Abdurrahman M
Manhaj
berasal dari bahasa Arab yang berarti metode, cara atau jalan, Alloh ta’ala
berfirman : "Untuk tiap-tiap umat di antara kamu, Kami berikan aturan dan (minhaj) jalan yang terang" (QS. 5 : 48),
Berbicara tentang kecerdasan manhaj berarti membawa kita untuk kembali sejenak merenungi
metode atau cara kita didalam ber-Islam, semoga ini menjadi salah satu titik
tolak kita menuju Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam (QS. 21:107), tentunya
tanpa menghilangkan adanya perbedaan-perbedaan dalam masalah furu'iyyah yang
menjadi dinamika Islam sendiri. Islam
sebagai Agama, Dien, dan aturan hidup (QS. 3 : 83, 98 : 5) yang kamil (sempurna)
(QS 5 : 3) memberikan jalan yang sangat jelas dan terang kepada ummatnya untuk
menapakinya, Alloh ta;ala berfirman : "Hai orang-orang yang beriman,
ta`atilah Allah dan ta`atilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu.
Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia
kepada Allah (Al Qur'an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman
kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan
lebih baik akibatnya " (QS. 4 : 59), Juga sabda Nabi : " Aku
tinggalkan pada kalian dua perkara yang kalian tidak akan sesat selama kalian
berpegang teguh kepada keduanya yaitu Kitabullah dan sunnahku" (HR. Malik
dan Hakim). Kedua azas (pedoman) ini sudah cukup bagi kita untuk menapaki
manhaj Islam ini, namun seiring berlalunya zaman ternyata pemahaman tentang kedua
azas ini mengalami pergeseran, sehingga diperlukan adanya simpul yang bisa
menyatukan perbedaan pandangan tentang kedua azas ini, dan simpul itu tidak ada
lain kecuali menyandarkan keduanya kepada masa atau zaman di mana keduanya
diturunkan, penyandaran ini juga sebagai tonggak penguat bagi keduanya, dan
sebagai tonggak yang kokoh dia juga sebagai simpul pemersatu ummat, Alloh
ta'ala berfirman : " Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan
beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali
yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha
Mengetahui " (QS. 2 : 256).Karena itu kecerdasan manhaj berarti bagaimana
metode atau cara kita dalam ber-Islam dan tidak ada jawaban lain kecuali
mengamalkan Islam dengan merujuk kepada generasi dimana kedua azas dalam Islam
(Al-Qur'an dan As-Sunnah) itu diturunkan, inilah jalan yang dijamin oleh Alloh
ta'ala untuk mencapai keridhoaan-NYA. Alloh ta'ala berfirman : "Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama
(masuk Islam) di antara orang-orang muhajirin dan anshar dan orang-orang yang
mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha
kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir
sungai-sungai di dalamnya; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah
kemenangan yang besar " (QS. 9 : 100). Seorang yang mempunyai kecerdasan
manhaj yang benar pasti inilah tujuan dia dalam ber-Islam, karena apalagi yang
kita cari dalam Islam selain keridhoaan-Nya? Wallohu'alam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar