Senin, 16 Mei 2011

Beliau Ulama, Anda Siapa?


Oleh : Ibnu Muhammad


Sikap fanatik terhadap satu kelompok seringkali berefek kepada kebencian kepada kelompok lainnya. Lebih khusus lagi kebencian tersebut akan dialamatkan kepada pendiri dan pendukung dari kelompok yang dibencinya tersebut. Bisa jadi kebencian ini semakin berurat dan berakar sehingga menutup mata akan kebaikan yang ada pada orang dan kelompok yang dibencinya tersebut.
Jika kebencian itu diarahkan secara umum kepada suatu kelompok bisa jadi masih dimaafkan karena ketidak tahuannya tentang kelompok tersebut. Namun jika kebencian itu ditujukan kepada seorang tokoh yang telah mempergunakan seluruh hidupnya untuk Islam dan kaum muslimin, maka ini adalah musibah besar. Seorang penuntut ilmu yang masih awam dengan mudahnya mengarahkan rasa bencinya kepada seorang “ulama” dengan melontarkan kata-kata makian dan hujatan. Padahal ia tidak mengetahui secara persis kesalahan dari tokoh tersebut.
Kebencian yang muncul sering kali berasal dari berita-berita yang tidak seimbang dan berasal dari musuh-musuh tokoh tersebut, sehingga apa yang diberitakan tentang suatu tokoh tersebt selalu jelek didengarnya. Jika ada sedikit ilmu yang ada pada dia, apalagi dengan adab dan etika Islamnya kepada para ulama tentulah ia tidak akan mudah terpancing dengan berita-berita dusta yang menjelek-jelekan ulama.
Namun apa hendak dikata, sulit untuk kembali memperbaiki nama baik seorang tokoh kecuali dengan melihat “Apa yang telah diperbuat tokoh tersebut untuk Islam?” Sebuah pertanyaan yang seharusnya menghentak orang-orang yang suka mendeskriditkan tokoh Islam dengan tanpa adanya ilmu. Beliau adalah ulama yang telah menghabiskan waktu dan seluruh hidupnya untuk Islam dan kemajuan dakwahnya. Sedangkan anda? Apa kontribusi anda terhadap Islam? Apakah pantas orang-orang kecil seperti kita mencemooh dan menghina tokoh besar Islam yang seumur hidupnya dihabiskan untuk mengkaji Islam? Berapa buku yang telah anda tulis hingga beran-beraninya menyalahkan dan menghina para ulama yang telah menulis berjilid-jilid buku?
Para ulama umat ini memang tidak butuh pembelaan, karena mereka adalah orang-orang bertakwa yang tawadhu’ dan tidak suka untuk dikenal. Namun adab dan etika kita sebagai seorang muslim, tentu tidak pantas merendahkan mereka. Sudah saatnya kita mawas diri untuk menjaga lisan kita dari menghina para ulama, hak mereka sebagai pewaris para nabi dan hak mereka sebagai muslim.
Jika mereka punya kesalahan maka itulah kedudukan mereka sebagai manusia yang tidak bisa lepas dari salah dan dosa. Jika mereka juga punya kesalahan apalagi kita yang masih jauh dari ilmu dan amal. Mari bersama kita tingkatkan keilmuan kita hingga bisa memberikan sesuatu bagi Islam. Jangan karena rasa dengki kita, kemudian tertutup mata kita untuk melihat kebaikan yang ada di depan mata. Beliau adalah ulama, anda siapa? Sudah berapa kontribusi anda untuk Islam? Bandingkan dengan tokoh yang anda hina yang telah memberikan kontribusi nyata kepada Islam. Wallahu a’lam.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar